Kabut Asap Selimuti Makassar, Muchlis Misbah Minta Warga Pakai Masker dan Kurangi Aktivitas di Luar

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah, mengimbau masyarakat menggunakan masker di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi udara Makassar yang tampak berkabut.

Example 300x600

Masyarakat diminta lebih waspada karena paparan polusi udara dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat tersebut meminta warga tidak mengabaikan kondisi yang terjadi.

Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi paparan partikel pencemar udara.

“Saya mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara berkabut seperti sekarang,” kata Muchlis Misbah, Sabtu (10/9/2026).

“Termasuk meminta Dinas Kesehatan untuk membagikan masker gratis kepada masyarakat,” sambungnya

Ia juga mengingatkan warga untuk mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak.

Aktivitas olahraga di ruang terbuka maupun kegiatan lain yang membutuhkan waktu lama di luar ruangan sebaiknya ditunda hingga kondisi udara membaik.

BACA JUGA:  Asisten I Pemkot Makassar Buka Forum Perangkat Daerah Dinas Pariwisata, Tekankan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Menurut Muchlis, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

Terlebih jika mulai merasakan gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada mata.

“Saya berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan terkait kualitas udara. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan sampai kondisi kembali membaik,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan,Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik.

Data tersebut diperbarui pada Jumat (9/10/2026) pukul 10.45 WITA melalui pemantauan Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros.

Sementara itu, konsentrasi tertinggi mencapai 112,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 wita.

Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus yang terukur di lokasi pemantauan.

Kondisi ini mendorong BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Tahar, menjelaskan, kondisi kekeringan yang melanda Makassar bukan hanya memicu persoalan krisis air, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran dan gangguan kesehatan akibat paparan partikel pencemar.

BACA JUGA:  Resmi Dikukuhkan, Fatma Wahyuddin Dukung Penuh DWP Makassar Periode 2024 - 2029 untuk Terus Berkarya

“PM2.5 ini adalah partikel yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit,” kata Fadli diwawancara di Hotel Karebosi Premiere.

PM2.5 merupakan partikel pencemar udara berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil.

Karena ukurannya sangat halus, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan menimbulkan gangguan kesehatan.

Fadli mengatakan, sumber asap yang memengaruhi kualitas udara dapat berasal dari kebakaran di daerah sekitar, pembakaran sampah, hingga kebakaran hutan dan lahan di wilayah lain.

Asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan juga menjadi salah satu potensi sumber pencemaran yang perlu diwaspadai.

Meski demikian, sumber dan kontribusi masing-masing penyebab terhadap kondisi udara Makassar perlu merujuk pada hasil pemantauan resmi.

BPBD meminta warga mengurangi paparan udara luar selama kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker yang sesuai, seperti N95 atau KN95.

Selain itu, aktivitas luar ruangan, termasuk olahraga dan kegiatan fisik berat, sebaiknya dikurangi untuk menekan risiko paparan partikel pencemar.

BACA JUGA:  Di Lorong Wisata Jinghae, Ketua TP PKK Kota Makassar Ajak Warga Tingkatkan Kualitas Lorong

Perlindungan khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan.

Seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dan jantung.

Masyarakat diimbau menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika asap berada di luar.

Warga juga diminta menghindari pembakaran sampah yang dapat menambah pencemaran udara.

“Yang paling penting adalah kita tetap bisa melaksanakan aktivitas, tetapi tetap menjaga kesehatan. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Fadli. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *