MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta percepatan penurunan stunting menjadi fokus utama Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, ke Kecamatan Manggala.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar untuk meninjau pelaksanaan berbagai program pembangunan keluarga yang telah berjalan di wilayah tersebut.
Kunjungan difokuskan pada pemantauan Kampung Keluarga Berkualitas, layanan pemenuhan gizi masyarakat, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
Kepala DPPKB Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan, menyampaikan bahwa Kecamatan Manggala merupakan salah satu kawasan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah yang cukup pesat.
Kondisi tersebut memerlukan perhatian khusus dalam memastikan setiap keluarga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, edukasi pengasuhan, pemenuhan gizi, serta program pembangunan keluarga yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Melalui program tersebut, berbagai layanan kependudukan, keluarga berencana, pemberdayaan keluarga, hingga edukasi kesehatan dapat diintegrasikan secara lebih efektif dan menjangkau masyarakat secara langsung.
Selain meninjau Kampung Keluarga Berkualitas, rombongan juga melihat secara langsung pelaksanaan layanan pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran prioritas, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pemenuhan kebutuhan gizi sejak awal kehidupan guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal sekaligus mencegah terjadinya stunting.
DPPKB Kota Makassar menilai bahwa intervensi pada masa kehamilan dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, serta masyarakat terus diperkuat agar seluruh program dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
A. Irwan Bangsawan menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga.
Keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya akan menjadi pondasi kuat bagi kemajuan daerah dan keberhasilan pembangunan nasional di masa mendatang.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, DPPKB Kota Makassar berkomitmen mengawal implementasi berbagai program pembangunan keluarga secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, menekan angka stunting, serta mempersiapkan generasi unggul yang siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.(*)



















