DLH Makassar Dorong Penguatan KSM Sampah Usai Kunjungan ke TPS3R Mulyoagung Bersatu

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui penguatan peran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan melakukan kunjungan studi tiru ke TPS3R Mulyoagung Bersatu, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis (7/5/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu yang dinilai berhasil mengurangi volume residu sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Rombongan Pemerintah Kota Makassar yang terdiri dari unsur DLH, Badan Riset Daerah (Brida), Dewan Lingkungan, camat, dan lurah meninjau langsung proses pengelolaan sampah yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari berbagai tahapan pengelolaan sampah mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil olahan sampah yang dilakukan secara berkelanjutan.

Example 300x600

TPS3R Mulyoagung Bersatu dikenal sebagai salah satu percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berhasil di Indonesia. Sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan untuk budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), sedangkan sampah anorganik dipilah secara detail berdasarkan jenis materialnya untuk meningkatkan nilai jual dalam industri daur ulang. Sistem tersebut mampu menekan jumlah residu yang dikirim ke tempat pembuangan akhir hingga di bawah 15 persen.

BACA JUGA:  Dihadapan Tim Penilai, PJ Sekda Paparkan Progress Penanganan Stunting di Kota Makassar

DLH Makassar menilai keberhasilan TPS3R Mulyoagung tidak hanya didukung oleh sarana dan teknologi yang memadai, tetapi juga oleh kuatnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Keterlibatan aktif warga serta keberadaan KSM yang kuat menjadi faktor utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Pengalaman yang diperoleh selama studi tiru tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan referensi dalam memperkuat pengelolaan sampah di Kota Makassar. Penguatan kapasitas KSM, edukasi pemilahan sampah rumah tangga, serta pengembangan TPS3R berbasis masyarakat menjadi beberapa poin penting yang akan terus didorong untuk mendukung pengurangan sampah dari sumbernya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, DLH Makassar berharap sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan dapat terus berkembang. Dengan demikian, upaya mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud secara optimal di Kota Makassar. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *