Mitos atau Fakta: Minum Obat Hipertensi Terus-menerus Bisa Rusak Ginjal? Ini Penjelasan Dinkes Makassar

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, meluruskan kekhawatiran masyarakat terkait mitos bahwa konsumsi obat hipertensi (darah tinggi) secara rutin setiap hari dapat memicu kerusakan organ ginjal. Pihak otoritas kesehatan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah mitos yang keliru dan justru berbahaya jika diikuti oleh pasien.

​Melalui edukasi resmi yang dirilis Dinkes Makassar, obat hipertensi yang dikonsumsi secara rutin sesuai resep dokter dipastikan aman. Sebaliknya, beberapa jenis obat darah tinggi justru dirancang khusus untuk melindungi organ ginjal dari risiko kerusakan akibat tekanan darah yang tidak terkendali.

Example 300x600

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., mengimbau warga agar tidak mudah termakan oleh isu-isu kesehatan yang tidak memiliki dasar medis baku. Menurutnya, ketakutan yang salah ini sering kali membuat pasien menghentikan pengobatan secara sepihak.

​”Masih banyak warga kita yang takut minum obat hipertensi setiap hari karena khawatir ginjalnya rusak. Ini mitos yang harus kita luruskan bersama. Faktanya, obat hipertensi yang diminum sesuai anjuran dan resep dokter itu sangat aman untuk konsumsi jangka panjang,” ujar Kepala Dinkes Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes. saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).

BACA JUGA:  Tari Makkareso Filosofi Semangat Kerja Awali Refleksi Akhir Tahun 2024 Pemkot Makassar

​Lebih lanjut, Kepala Dinkes Makassar, dr. Nursaidah menjelaskan bahwa ancaman nyata bagi ginjal bukanlah obatnya, melainkan penyakit hipertensi itu sendiri yang dibiarkan tanpa penanganan medis teratur.

​”Justru hipertensi yang tidak terkontrol itulah yang bisa merusak pembuluh darah di ginjal dan menurunkan fungsinya secara bertahap. Jadi, bukan obatnya yang merusak, tetapi penyakitnya jika tidak dikendalikan,” tegas Kepala Dinkes Makassar tersebut.

​Berdasarkan data medis, beberapa golongan obat hipertensi populer seperti ACE inhibitor, ARB (Angiotensin Receptor Blocker), Diuretik, dan Calcium channel blocker bekerja efektif membantu menurunkan tekanan darah sekaligus memberikan proteksi bagi organ-organ vital tubuh lainnya, termasuk ginjal.

​Mengingat hipertensi merupakan kategori penyakit kronis yang tidak bisa sembuh total namun dapat dikendalikan, Dinkes Makassar meminta para penderita untuk patuh menjaga pola hidup sehat serta disiplin mengonsumsi obat secara rutin.

​”Janganki berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter. Menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba justru berisiko tinggi membuat tekanan darah melonjak drastis kembali dan memicu komplikasi fatal seperti stroke atau gagal ginjal akut,” tutup Kepala Dinkes Makassar, dr. Nursaidah dengan dialek khas Makassar yang persuasif. (*)

BACA JUGA:  Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dispar Makassar Maksimalkan 'City Branding' dan MICE

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *