MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR.- Ketua TP PKK Kota Makassar yang juga Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar lakukan psikoedukasi kepada anak penyintas banjir yang saat ini sementara mengungsi di Posko Banjir Masjid Al Muttaqin, Perumnas Antang, Manggala, Jumat (27/02/2026).
Melinda mengaku sedih atas musibah banjir yang menimpa anak – anak di Kelurahan Manggala yang mengharuskan mereka bersama keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman, meninggalkan rumah yang selama ini mereka huni untuk sementara waktu hingga air mulai surut.
Ia memberikan motivasi kepada anak penyintas banjir agar tetap ceria, dan semangat meski tengah berada dalam kondisi memprihatinkan.
“Anak – anak kami tercinta, jangan takut dan jangan bersedih, karena banyak orang yang sayang dan ingin melihat kalian kembali tersenyum dan belajar dengan semangat,” ucap Melinda.
Sebagian Kelurahan Manggala saat ini tengah terendam air, sejak tiga hari lalu yang mengharuskan pemerintah kelurahan, dan kecamatan Manggala membuka posko pengungsian di sejumlah titik bagi warga yang terdampak banjir.
Di Masjid Al Muttaqien terdapat 18 KK (Kepala Keluarga) dengan total 38 jiwa yang mengungsi sejak tiga hari lalu, dari jumlah itu ada 20 jiwa yang masih berusia anak.
Kepala DPPPA Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar mengatakan psikoedukasi penting dilakukan bagi anak penyintas banjir untuk menumbuhkan kembali semangat dan keceriaan mereka.
“Hal ini penting dilakukan karena tak jarang anak – anak yang berada dalam situasi semacam ini mengalami trauma sehingga psikoedukasi dilakukan agar anak – anak kita mampu melewati kondisi ini dengan aman,” ujarnya.
Psikoedukasi dilakukan dengan menghadirkan psikolog Andi Mursyidah, konselor Andi Rezka dari Puspaga DPPPA Kota Makassar, dan Tasya dari Forum Anak Kota Makassar.
Anak – anak penyintas banjir diajak bermain, bernyanyi, dan mendapatkan edukasi bagaimana melewati situasi darurat seperti banjir dengan aman melalui ice breaking dan lagu ceria, mengenal emosi, latihan nafas “balon tenang”, edukasi PHBS cuci tangan dan kebersihan, serta penguatan mental.
Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak DPPPA Kota Makassar, Isnaniah Nurdin menyebutkan anak – anak penyintas banjir merupakan satu dari 15 kategori anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
“Perlindungan Khusus Anak mengenal 15 kategori anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Salah satunya adalah anak yang berada dalam situasi darurat seperti bencana alam banjir. Mereka membutuhkan kehadiran negara untuk memberikan perlindungan khusus seperti yang kami lakukan hari ini,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, anak penyintas banjir mendapatkan bingkisan berupa paket psikoedukasi yang berisi makanan dan minuman sehat bagi anak – anak.(*)



















