TP PKK Makassar Tinjau Kebun Aku Hatinya PKK di 15 Kecamatan

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,– TP PKK Kota Makassar melakukan peninjauan langsung terhadap Kebun Aku Hatinya PKK di sejumlah kecamatan yang mengikuti perlombaan tingkat Kota Makassar. Penilaian berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026.

Peninjauan dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi Kebun Aku Hatinya PKK yang tersebar di berbagai kelurahan. Tim penilai melihat kondisi kebun, pemanfaatan lahan, keberagaman tanaman, hingga pengelolaan kebun yang dilakukan oleh kader PKK bersama masyarakat.

Example 300x600

Dalam penilaian tersebut, TP PKK Kota Makassar menghadirkan tim penilai yang berasal dari berbagai unsur yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Tim tersebut terdiri atas Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (Unibos), Dr. Amiruddin, Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Faisal, serta Kasmawaty dari TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan.

Ketua Bidang III TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, menyampaikan bahwa penilaian Kebun Aku Hatinya PKK tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat sejauh mana program tersebut telah diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan kebun PKK di setiap wilayah diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Gandeng REI Sulsel Kembangkan Hunian Vertikal Terjangkau di Makassar

“Program ini bukan hanya tentang bagaimana kebun terlihat bagus saat penilaian, tetapi bagaimana kebun tersebut bisa terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kebun Aku Hatinya PKK diharapkan dapat menjadi contoh nyata pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Beragam tanaman yang ditanam juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang beragam dan bergizi.

Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. Erieka Novianti, menambahkan bahwa penilaian dilakukan dengan melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan kebun. Tidak hanya dari sisi keindahan, tetapi juga keberagaman tanaman, pemanfaatan hasil kebun, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.

“Yang kita lihat bukan hanya kebunnya bagus atau tidak, tetapi bagaimana kebun ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan. Mulai dari tanaman pangan, tanaman yang bisa menunjang kebutuhan rumah tangga, hingga tanaman obat keluarga,” jelasnya.

Erieka berharap Kebun tersebut tidak berhenti pada penilaian, kebun diharapkan benar-benar menjadi sumber pangan keluarga, sarana edukasi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan.

BACA JUGA:  Akhiri Forum WCSMF 2025, Munafri Tekankan Komitmen Transisi Energi dan Kerja Sama Internasional

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unibos, Dr. Amiruddin, menilai secara umum kebun yang dikunjungi telah mulai memenuhi harapan TP PKK dalam membangun pemanfaatan lahan produktif di tingkat masyarakat.

“Saya kira sudah sedikit ya mewakili dari apa yang diharapkan Ibu PKK selama ini. Terkait dengan pesan-pesan Ibu Ketua TP PKK Makassar tentang bagaimana membangun kebun-kebun kecil itu nanti cikal bakal untuk membangun warung hidup,” kata Amiruddin.

Ia menjelaskan, konsep Kebun PKK pada dasarnya berupaya mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari tanaman lumbung hidup, warung hidup, hingga tanaman TOGA atau Tanaman Obat Keluarga.

“Kebun PKK ini sebenarnya ingin mencoba menggabungkan kebutuhan-kebutuhan, termasuk tanaman lumbung hidup, kemudian tanaman warung hidup, kemudian tanaman TOGA yang merupakan obat-obatan. Itu tadi saya melihat secara empat kelurahan itu sudah terpenuhi,” ujarnya.

Meski demikian, Amiruddin menilai masih terdapat beberapa hal yang perlu diperkuat, khususnya dalam aspek integrasi pengelolaan kebun.

“Keberadaan kebun dalam satu kompleks sudah terlihat, namun pengelolaannya masih perlu diarahkan agar seluruh unsur di dalamnya dapat saling terhubung. Tapi kalau untuk yang satu kompleks. Cuma untuk kebutuhan kelengkapan saja, tapi kalau integrasinya belum,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Selamatkan Aset Negara di Pemda Manggala, Nilai Capai Rp90 Miliar

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi pengelolaan limbah sebagai bagian dari sistem pertanian berkelanjutan. Salah satu yang dinilai masih dapat dikembangkan adalah pemanfaatan limbah organik, termasuk kotoran sebagai bahan yang dapat menunjang kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

Adapun lokasi Kebun Aku Hatinya PKK yang menjadi objek penilaian meliputi Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya; Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea; Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala; Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang; Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini; serta Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo.

Penilaian juga berlangsung di Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo; Kelurahan Barang Lompo, Kecamatan Sangkarrang; Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala; Kelurahan Labuang Baji, Kecamatan Mamajang; Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate; Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang; Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Makassar; Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah; serta Kelurahan Pannambungan, Kecamatan Mariso.

Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar berharap perlombaan Kebun Aku Hatinya PKK dapat menjadi pemicu bagi setiap kecamatan dan kelurahan untuk terus mengembangkan kebun secara berkelanjutan.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *