MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menegaskan bahwa program penggantian meter air pelanggan dilakukan secara bertahap, merata, dan tanpa tebang pilih.
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan sekaligus memastikan pencatatan pemakaian air berlangsung akurat dan adil.
Plt Kasie Humas PDAM Makassar, Hasan, menjelaskan bahwa saat ini terdapat ribuan meter air pelanggan yang masuk dalam daftar penggantian, sehingga pelaksanaannya membutuhkan waktu dan tahapan yang terukur.
“Pergantian meter air ini tidak dilakukan sekaligus. Semua berjalan bertahap dan tidak ada pengecualian. Jumlahnya ribuan, sehingga prosesnya memakan waktu sekitar tiga bulan,” ujar Hasan, Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan, adanya sebagian persepsi terkait dugaan prioritas penggantian pada rumah tertentu, termasuk rumah pegawai PDAM, perlu dipahami secara utuh. Menurut Hasan, tidak semua pelanggan yang telah masuk daftar langsung didatangi petugas pada waktu yang sama.
“Bisa saja yang dimaksud adalah rumah pegawai PDAM yang memang sudah masuk dalam daftar, tetapi belum sempat didatangi petugas. Ini semata karena urutan teknis pekerjaan, bukan karena diprioritaskan atau dikecualikan,” jelasnya.
Hasan menambahkan, penjadwalan penggantian meter disesuaikan dengan kondisi lapangan, ketersediaan personel, serta sebaran wilayah pelayanan agar proses berjalan efektif dan merata.
“Prinsip kami jelas, seluruh pelanggan yang memenuhi kriteria akan diganti meterannya tanpa membedakan latar belakang. Kami meminta masyarakat bersabar karena ini adalah bagian dari proses peningkatan layanan,” katanya.
Seiring dengan program tersebut, Perumda Air Minum Kota Makassar juga memberikan penjelasan teknis terkait fungsi angka merah dan hitam pada meter air, menyusul munculnya pertanyaan publik mengenai akurasi pencatatan pemakaian air.
Hasan menjelaskan, angka hitam pada meter air menunjukkan satuan meter kubik (m³) yang menjadi dasar pencatatan resmi dan perhitungan tagihan pelanggan. Angka inilah yang dibaca oleh petugas pencatat setiap bulan.
“Angka merah merupakan satuan liter atau desimal yang berfungsi sebagai indikator teknis dan kalibrasi alat. Angka ini tidak pernah dihitung dalam penagihan, sehingga tidak ada kaitannya dengan perubahan atau kenaikan tarif,” tegas Hasan.
Menurutnya, pada meter air baru, angka merah tidak selalu dimulai dari nol karena mengikuti standar pabrikan dan proses tera teknis sebelum dipasang. Kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak memengaruhi hasil pencatatan pemakaian air pelanggan.
Program penggantian meter air, lanjut Hasan, difokuskan pada meter yang telah berusia lebih dari lima tahun atau mengalami kerusakan fisik dan gangguan fungsi. Meter yang sudah menua berpotensi tidak mencatat pemakaian secara presisi dan dapat merugikan pelanggan maupun penyedia layanan.
“Dengan meter yang lebih akurat, pelanggan justru terlindungi karena membayar sesuai pemakaian riil. Tidak lebih dan tidak kurang,” ujarnya pada Program KABAR SKPD.
Ia menegaskan, seluruh proses penggantian meter air dilakukan secara gratis, tanpa pungutan biaya apa pun, dan hanya dilaksanakan oleh petugas resmi PDAM Makassar berdasarkan pendataan serta evaluasi teknis.
PDAM Makassar juga membuka ruang komunikasi bagi pelanggan yang ingin memastikan status meter airnya atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
“Jika ada pelanggan yang ingin mengetahui apakah meterannya sudah masuk daftar penggantian, silakan menghubungi kanal resmi PDAM. Kami terbuka dan siap menjelaskan. Kepercayaan publik adalah bagian penting dari pelayanan,” pungkas Hasan.



















