Duta Baca Pelajar Makassar Berbagi Buku dan Dongeng untuk Anak Korban Kebakaran di Tallo

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Literasi tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas atau perpustakaan. Di tengah keterbatasan dan suasana duka akibat musibah, buku dan cerita juga dapat menjadi sumber kebahagiaan sekaligus semangat bagi anak-anak. Hal itulah yang dilakukan Findi Lovely Khairunnisa Handri, Duta Baca Pelajar SMP Kota Makassar, saat mengunjungi anak-anak korban kebakaran di Jalan Sultan Abdullah 2, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (30/8/2026).

Findi hadir bersama Duta Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) yang juga merupakan relawan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran. Kebakaran yang terjadi sekitar sebulan sebelumnya tersebut menghanguskan kurang lebih 56 unit rumah di kawasan permukiman padat penduduk dan berdampak terhadap ratusan jiwa. Hingga saat ini, sebagian warga masih harus menjalani kehidupan dalam keterbatasan di lokasi pengungsian.

Example 300x600

Di tengah kondisi tersebut, Findi membawa sesuatu yang sederhana namun sarat makna: buku bacaan untuk anak-anak. Menariknya, buku-buku tersebut dibeli Findi menggunakan uang hadiah yang diperolehnya dari lomba mendongeng yang diikutinya beberapa minggu sebelumnya. Sebagian dari hasil yang ia dapatkan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi disisihkan untuk berbagi dengan anak-anak yang sedang membutuhkan hiburan dan dukungan.

“Membaca itu seru lho… tetap semangat ya adik-adik. Semoga bisa segera kembali ke rumah dan tidak tidur di tenda pengungsian,” pesan Findi kepada anak-anak. Tidak hanya membagikan buku, Findi juga mengajak anak-anak untuk duduk bersama dan membacakan cerita. Dengan gaya mendongeng yang ceria, ia membawa anak-anak sejenak keluar dari suasana pengungsian dan menikmati dunia cerita.

BACA JUGA:  Dinsos Makassar Perketat Penanganan Anjal-Gepeng, Sembilan Titik Jadi Fokus Patroli

Sekitar 40-an anak mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terlihat antusias mendengarkan dongeng yang disampaikan Findi. Bagi sebagian anak, kegiatan itu menjadi pengalaman yang menggembirakan karena mereka tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh buku bacaan untuk dibawa pulang.

Namun, jumlah buku yang dibawa Findi terbatas, yakni sebanyak 31 buku, sementara jumlah anak yang hadir lebih banyak. Kondisi tersebut kemudian menjadi kesempatan bagi Findi untuk mengajak anak-anak bermain sekaligus belajar. Findi meminta anak-anak yang hadir untuk membaca judul buku yang akan dibagikan. Anak-anak yang mampu membaca judul buku kemudian mendapatkan buku tersebut.

Dari kegiatan sederhana itu, ditemukan pula beberapa anak usia sekolah dasar yang ternyata belum lancar bahkan belum mampu membaca. Temuan tersebut justru membuat kegiatan berbagi buku menjadi semakin bermakna. Findi kemudian berpesan kepada anak-anak yang mendapatkan buku agar tidak hanya membaca untuk dirinya sendiri, tetapi juga membacakan buku tersebut kepada teman-temannya yang belum bisa membaca.

Pesan tersebut menjadi bentuk sederhana dari semangat berbagi pengetahuan melalui buku. Buku yang awalnya hanya dimiliki satu anak diharapkan dapat dibaca bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak anak. Sementara itu, Tim Relawan YBM BRILiaN turut memberikan bantuan berupa bingkisan makanan kepada warga dan anak-anak korban kebakaran.

Kepedulian yang ditunjukkan Findi mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang juga Pustakawan Madya, Tulus Wulan Juni. Menurut Tulus, apa yang dilakukan Findi menunjukkan bahwa keberadaan Duta Baca Pelajar bukan sekadar predikat, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Damkarmat Makassar Gencarkan Kegiatan Sosialisasi, Simulasi dan Edukasi Pencegahan Bahaya Kebakaran

“Alhamdulillah, peran Duta Baca Pelajar dapat dirasakan. Ada tiga Duta Baca Pelajar, yakni SD, SMP, dan SMA, yang menjadi figur dan membantu kami dalam mendorong pembudayaan kegemaran membaca di masyarakat, khususnya pelajar. Mereka masing-masing memiliki program literasi sendiri yang dikoordinasikan dengan kami, selain program bersama dengan Dinas Perpustakaan Kota Makassar, seperti hadir bersama di layanan Perpustakaan Keliling di lokasi CFD setiap minggunya,” terang Tulus.

Ia menilai inisiatif Findi berbagi buku kepada anak-anak korban kebakaran merupakan contoh positif yang patut ditularkan kepada pelajar lainnya. Menurutnya, gerakan literasi tidak selalu berbentuk kegiatan besar. Kepedulian sederhana, seperti menyisihkan sebagian rezeki untuk membeli buku dan kemudian membagikannya kepada anak-anak yang membutuhkan, merupakan bagian dari upaya membangun budaya baca sekaligus karakter peduli di kalangan generasi muda.

“Apa yang dilakukan Findi ini patut menjadi contoh. Ia tidak hanya berbicara tentang pentingnya membaca, tetapi hadir langsung, membawa buku, membacakan cerita, dan mengajak anak-anak untuk saling berbagi bacaan. Inilah semangat literasi yang kita harapkan tumbuh di kalangan pelajar Kota Makassar,” ujarnya pada Program KABAR SKPD.

Findi merupakan salah satu dari tiga Duta Baca Pelajar Kota Makassar yang dipilih melalui proses seleksi yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar.Duta Baca Pelajar Kota Makassar terdiri atas tiga kategori, yaitu Duta Baca Pelajar SD, SMP, dan SMA, dengan masa pengabdian selama satu tahun. Masing-masing duta memiliki program kerja literasi yang dikembangkan sesuai dengan karakter dan jenjang pendidikannya.

BACA JUGA:  Dinas Sosial Kota Makassar melaksanakan Koordinasi Kebencanaan 2025

Sebagai Duta Baca Pelajar SMP, Findi memiliki tiga program kerja utama, yakni membuat resensi buku melalui Instagram, berkolaborasi dengan duta baca lainnya dalam kegiatan sosialisasi membaca, serta melakukan edukasi literasi melalui dongeng.

Kegiatan di Tallo menjadi salah satu bentuk nyata dari program edukasi literasi melalui dongeng sekaligus memperluas makna gerakan literasi. Bagi Findi, membaca bukan hanya tentang kemampuan mengenal huruf dan memahami isi buku, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Kehadiran Findi bersama para relawan di lokasi pengungsian menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan. Sebuah buku mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak yang sedang kehilangan rumah dan harus tinggal di tenda pengungsian, buku dapat menjadi jendela untuk kembali bermimpi. Dari Tallo, pesan itu kembali ditegaskan: berbagi buku berarti berbagi pengetahuan, membacakan cerita berarti berbagi kebahagiaan, dan menumbuhkan budaya baca berarti menyalakan harapan bagi masa depan.

Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dari para Duta Baca Pelajar Kota Makassar, menjadi inspirasi bagi teman sebaya, dan bergerak menjadi gerakan literasi yang lebih luas di tengah masyarakat.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *