MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,— Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar melalui Bidang Penanganan Bencana melaksanakan layanan dukungan psikososial bagi para penyintas kebakaran di Asrama Mattoangin, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Layanan dukungan psikososial ini diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi psikologis para penyintas pascamusibah, khususnya mereka yang mengalami dampak langsung dari peristiwa kebakaran. Pendampingan menyasar penyintas dari berbagai kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana, tetapi juga memberikan ruang bagi para penyintas untuk mendapatkan pendampingan, penguatan mental, serta dukungan emosional dalam menghadapi situasi setelah kehilangan tempat tinggal dan barang-barang akibat kebakaran.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial Kota Makassar berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar. Kolaborasi lintas perangkat daerah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan psikososial, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, dapat ditangani secara tepat dan berkelanjutan.
Pendampingan psikososial kepada anak dilakukan melalui pendekatan yang ramah anak, seperti aktivitas interaktif dan kegiatan yang membantu anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi tekanan psikologis pascakejadian.
Sementara bagi penyintas dewasa, pendampingan diarahkan pada pemberian dukungan emosional dan penguatan agar mereka mampu menghadapi kondisi sulit serta secara bertahap kembali menjalankan aktivitas sosialnya.
Dinas Sosial Kota Makassar menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi maupun pemenuhan kebutuhan logistik. Aspek psikologis dan sosial para penyintas juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
Melalui layanan dukungan psikososial tersebut, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat terdampak bencana, memastikan para penyintas mendapatkan pendampingan yang menyeluruh, serta membantu mereka bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara bertahap.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali tempat tinggal, tetapi juga memulihkan semangat dan kondisi psikologis para penyintas. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian,” demikian semangat yang menjadi dasar pelaksanaan layanan dukungan psikososial tersebut.
Demikian informasi Muh. Rifaldi,
Staff Bidang Penanganan Bencana, pada Program KABAR SKPD.



















