MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Kegiatan ini diinisiasi oleh UNICEF, Yayasan Bakti, dan DP3A-Dalduk KB Provinsi Sulsel yang berlangsung sejak 12 Maret hingga 13 April 2026. Ada lima kabupaten, dan kota di Sulsel yang berkesempatan mempresentasikan praktik baik LPA di daerahnya masing – masing yakni ; Kota Makassar, Kabupaten Bone, Kabupaten Wajo, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.
Setiap daerah mempresentasikan dua praktik baik LPA di daerahnya masing – masing di hadapan panelis yang berasal dari UNICEF, Yayasan Bakti, YASMIB Sulsel, dan DP3A-Dalduk KB Provinsi Sulsel, pada 6 April 2026 lalu, yang dilanjutkan dengan penentuan lima praktik baik terpilih dari lima kabupaten, dan kota di Sulsel.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan praktik baik layanan perlindungan anak yang telah diidentifikasi di beberapa kabupaten, dan kota, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama dalam upaya penguatan sistem layanan perlindungan anak di daerah, serta mendorong replikasi praktik baik yang telah dilaksanakan di berbagai kabupaten, dan kota.
“Hari ini, Puspaga Bacce Kota Makassar telah mempresentasikan praktik baik layanan perlindungan anak yang selama ini kami jalankan di hadapan panelis dan dinas terkait dari 24 kabupaten, dan kota di Sulsel. Setelah itu, panelis akan menentukan satu dari lima layanan perlindungan anak terbaik di Sulsel,” terang Ita Isdiana Anwar.
Ketua Harian Puspaga Bacce Kota Makassar, Sittiara dalam presentasinya menyampaikan sejumlah praktik baik yang telah dijalankan oleh lembaga yang dipimpinnya, diantaranya sistem layanan online, live Instagram, dan Sapa Mulia (Sahabat Perempuan dan Anak).
“Sistem layanan online dapat diakses melalui sistem registrasi online di laman atau link yang tertera pada sosial media, seperti pada Instagram Puspaga Bacce Kota Makassar @puspaga_mks, dan Nomor WhatsApp +62 821-9747-789. Hal ini kami lakukan untuk mempermudah jangkauan masyarakat melalui sistem online yang dapat diakses oleh semua masyarakat,” jelas Sittiara.
“Kami juga melakukan upaya penyadaran melalui edukasi live Instagram dengan mengangkat tema yang relevan dengan kondisi saat ini bersama psikolog tumbuh kembang anak, dan konselor untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, cepat, dan interaktif, khususnya dalam membahas berbagai isu yang sedang marak terjadi di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu, Sapa Mulia juga manjadi salah satu praktik baik layanan perlindungan anak yang dilakukan oleh Puspaga Bacce Kota Makassar yang bertujuan untuk mendekatkan layanan perlindungan yang bersifat langsung kepada masyarakat, berbasis data dan kolaboratif efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak DPPPA Kota Makassar, Isnaniah Nurdin menyampaikan harapannya, praktik baik layanan perlindungan anak yang telah dijalankan oleh Puspaga Bacce Kota Makassar dapat menginspirasi, dan direplikasi oleh kabupaten, dan kota lainnya di Sulsel sehingga upaya perlindungan anak di Sulsel dapat berjalan secara sinergi, berjejaring, dan kolaboratif.
“Kami mengapresiasi UNICEF, Yayasan Bakti, dan DP3A-Dalduk KB Provinsi Sulsel yang telah menginisiasi kegiatan ini. Terlebih lagi, telah melakukan pendampingan terkait isu perlindungan anak di Kota Makassar. Semoga ikhtiar ini dapat berkontribusi nyata dalam upaya perlindungan anak bukan hanya di Kota Makassar, namun juga di Sulsel, bahkan di Indonesia,” harapnya. Seperti yang disampaikan Isnaniah Nurdin, Kepala Bidang Perlindungan khusus Anak, pada Program KABAR SKPD.



















