Perumda Tirta Jeneberang Gowa Menjaga Sumber Air dan Mengantisipasi Dampak Kekeringan El Nino

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIACREATIVE.ID – GOWA,— Perumda Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Ancaman musim kemarau panjang tersebut dinilai berpotensi memengaruhi debit sumber air baku di sejumlah wilayah pelayanan, sehingga dibutuhkan langkah mitigasi sejak dini agar distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Example 300x600

Plt Direktur Utama Perumda Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, Irianto Razak, SE., MM., mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya antisipatif, mulai dari pemantauan sumber air, pengecekan instalasi pengolahan, hingga koordinasi intensif dengan sejumlah pihak terkait.

Menurutnya, sejak awal Mei 2026 dirinya telah turun langsung meninjau beberapa unit instalasi yang diperkirakan paling terdampak apabila El Nino berlangsung lebih panjang dari biasanya.

“Karena kita bagian dari pelayanan masyarakat, tentu harus ada langkah antisipasi lebih awal. Kami tidak bisa menunggu sampai debit air benar-benar turun baru bergerak. Jadi sejak awal kami sudah melakukan pengecekan langsung di lapangan,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama yakni kawasan Bontonompo yang mengambil sumber air baku di Paleko, perbatasan Kabupaten Gowa dan Takalar. Kawasan tersebut menjadi titik penting karena sumber airnya dimanfaatkan secara bersama oleh beberapa pihak.

Selain PDAM Gowa, sumber air yang sama juga digunakan oleh PDAM Takalar, pabrik gula, hingga kawasan industri di Kabupaten Takalar. Kondisi tersebut membuat ketersediaan debit air sangat bergantung pada kondisi cuaca dan curah hujan.

BACA JUGA:  Pemkot Kendari Kunker ke Bappeda Kota Makassar

Irianto menjelaskan, saat musim kemarau panjang terjadi, debit air di kawasan tersebut cenderung mengalami penurunan signifikan. Bahkan beberapa wilayah lain di Sulawesi Selatan mulai merasakan dampak berkurangnya pasokan air baku.

Meski demikian, ia mengaku kondisi di Kabupaten Gowa masih relatif lebih baik dibanding beberapa daerah lain karena ditunjang sumber mata air yang cukup melimpah.

“Alhamdulillah Gowa masih dianugerahi sumber air yang cukup baik. Tetapi tetap saja kita tidak boleh lengah, karena ancaman El Nino ini diprediksi berlangsung sampai Oktober,” jelasnya.

Untuk memperkuat langkah mitigasi, PDAM Gowa juga aktif memantau perkembangan cuaca melalui koordinasi bersama BMKG. Menurut Irianto, informasi cuaca sangat penting dalam menentukan pola distribusi air dan langkah penanganan yang harus dilakukan perusahaan.

Ia mengungkapkan, beberapa hari terakhir hujan sempat turun di sejumlah wilayah meski musim kemarau mulai berlangsung. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi gangguan atmosfer yang bersifat sementara.

“Kami terus memantau informasi BMKG karena ini berkaitan langsung dengan kesiapan distribusi air. Kalau ada potensi kekeringan lebih panjang, tentu langkah antisipasi juga harus diperkuat,” katanya.

BACA JUGA:  Kolaborasi Pemkot Makassar dan Hotel MYKO, Beri Bantuan Makan Bergizi Gratis Tiga Bulan Untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Selain kawasan dataran rendah, perhatian khusus juga diberikan terhadap wilayah dataran tinggi seperti Malino. Kawasan wisata unggulan Kabupaten Gowa itu diperkirakan akan kembali dipadati pengunjung dalam agenda tahunan Beautiful Malino beberapa bulan mendatang.

PDAM Gowa memastikan kebutuhan air bersih di kawasan tersebut tetap menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata tidak terganggu.

“Kami harus memastikan masyarakat dan pengunjung tetap mendapatkan suplai air bersih yang memadai, terutama saat kegiatan besar di Malino berlangsung,” ungkapnya.

Dalam menghadapi ancaman kekeringan, PDAM Gowa juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber air dari hulu hingga hilir. Menurut Irianto, keberlangsungan pasokan air bersih tidak hanya bergantung pada instalasi PDAM, tetapi juga pada kondisi lingkungan di kawasan hulu.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hutan, mencegah penebangan liar, serta menghentikan aktivitas yang dapat merusak daerah resapan air.

“Ketersediaan air baku itu harus dijaga bersama. Hutan jangan ditebang karena itu sumber kehidupan kita. Kalau hulunya rusak, dampaknya akan dirasakan semua daerah, bukan hanya Gowa tetapi juga Makassar, Takalar hingga Maros,” tegasnya.

Ia bahkan menyinggung kejadian longsor dan sedimentasi yang pernah terjadi beberapa tahun lalu akibat aktivitas penambangan liar dan kerusakan lingkungan di kawasan hulu. Peristiwa tersebut sempat memengaruhi kualitas dan distribusi air bersih di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:  Perkuat Layanan Kesehatan, Wakil Wali Kota Makassar Bahas Kolaborasi Strategis dengan BPJS Kesehatan

Karena itu, PDAM Gowa mendorong kolaborasi bersama pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok perempuan untuk bersama-sama menjaga kelestarian sumber air.

Selain fokus pada sumber air baku, PDAM Gowa juga melakukan pembenahan pada jaringan distribusi yang sebagian besar telah berusia tua. Sejumlah pipa distribusi utama diketahui telah digunakan selama 30 hingga 35 tahun dan rentan mengalami kebocoran saat tekanan air meningkat.

“Air yang bocor itu sama dengan uang yang hilang. Karena itu kami terus melakukan pengawasan dan perbaikan agar distribusi tetap maksimal,” jelasnya.

Sebagai langkah pembaruan, PDAM Gowa mulai menggunakan pipa jenis HDPE yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap tekanan tinggi dibanding pipa PVC lama.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Irianto memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif menjaga sumber air demi keberlangsungan kebutuhan air bersih untuk generasi mendatang.

“Ini bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi untuk anak cucu kita ke depan. Karena itu menjaga sumber air adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *