Juara Bertutur Kota Makassar Tampil Perdana dan Memukau di Hari Anak Nasional 2026

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Penampilan perdana Adhisti Maitza Pranaya Ahmad, Juara I Lomba Bertutur bagi Siswa SD/MI Tingkat Kota Makassar Tahun 2026, sukses memukau pengunjung Atrium Bira, Mall Phinisi Point (PIPO) Makassar dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Makassar Tahun 2026, Kamis (23/7/2026). Dengan penuh penghayatan, Adhisti membawakan cerita “Teman Baru untuk Tandampalik” yang sarat nilai karakter dan budaya, sehingga mendapat apresiasi meriah dari para peserta dan pengunjung Mall.

Penampilan tersebut menjadi panggung pertama Adhisti dari SD Inpres Unggulan BTN Pemda Makassar setelah dinobatkan sebagai Juara I Lomba Bertutur Tingkat Kota Makassar pada Grand Final yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan Kota Makassar beberapa hari sebelumnya. Kehadirannya di panggung Hari Anak Nasional menjadi simbol keberlanjutan pembinaan literasi sekaligus bukti bahwa ajang Lomba Bertutur tidak berhenti pada kompetisi semata, tetapi melahirkan duta-duta literasi dan pelestari budaya tutur yang siap tampil di tengah masyarakat.

Example 300x600

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Jendela Dunia Literasi (JDL) Kota Makassar melalui kolaborasi bersama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, serta Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan karakter dan literasi anak merupakan tanggung jawab bersama.

BACA JUGA:  Wali Kota Munafri Arifuddin Tunjuk Nielma Palamba Jadi Plh Sekda

Sebagai salah satu mitra dalam kegiatan tersebut yakni Dinas Perpustakaan Kota Makassar menghadirkan berbagai program edukatif yang memperkuat semangat literasi anak. Pada hari pertama, Dinas Perpustakaan mengisi sesi Edu Talk ikut menghadirkan narasumber dari Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca yang memberikan edukasi mengenai pentingnya budaya literasi, peningkatan minat baca, serta peran strategis perpustakaan dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tidak hanya itu, Dinas Perpustakaan juga menghadirkan juga para Duta Baca Pelajar Kota Makassar sebagai figur inspiratif yang berbagi pengalaman, motivasi, dan semangat membangun budaya membaca di kalangan pelajar. Kehadiran Juara Lomba Bertutur turut memberikan inspirasi kepada peserta sekaligus dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal melalui tradisi bertutur yang diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Tim Dongeng Keliling (Dongkel) Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang menyuguhkan sesi dongeng edukatif bagi anak-anak. Melalui metode bertutur yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak menumbuhkan imajinasi, kecintaan terhadap buku, serta nilai-nilai karakter sejak usia dini. Program Dongkel sendiri merupakan salah satu inovasi Dinas Perpustakaan Kota Makassar dalam mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan ramah anak.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca yang juga Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tulus Wulan Juni, menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Jendela Dunia Literasi atas inisiatif mengolaborasikan berbagai pemangku kepentingan dalam satu gerakan bersama untuk anak. “Kegiatan Hari Anak Nasional tahun ini merupakan momentum sinergi bersama untuk memastikan keberpihakan dan dukungan kepada anak-anak kita. Melalui kolaborasi seperti ini, setiap lembaga dapat berkontribusi sesuai perannya sehingga tercipta ruang yang aman, edukatif, dan inspiratif bagi anak-anak. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan potensi, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini,” ujar Tulus.

BACA JUGA:  Ketua PKK Makassar Ikuti Launching Gerakan Membaca Buku KIA Oleh TP PKK Sulsel dan IDAI

Ia menambahkan bahwa pembudayaan kegemaran membaca tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. “Kami meyakini bahwa perpustakaan tidak dapat bekerja sendiri. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan literasi, semakin kuat pula ekosistem literasi yang akan kita bangun di Kota Makassar. Kehadiran Juara Bertutur, Duta Baca, hingga Tim Dongkel pada kegiatan ini merupakan bentuk kesinambungan pembinaan literasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan agar anak-anak memiliki ruang untuk terus belajar, berkarya, dan menginspirasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Jendela Dunia Literasi (JDL), Stefany, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tahun 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ketiga yang secara konsisten menghadirkan berbagai aktivitas akademik, kreativitas, edukasi, dan aksi sosial bagi anak-anak dan pelajar. Mengusung tema “Merdeka Belajar, Merdeka Berkompetisi: Membangun Pelajar Hebat Menuju Indonesia Emas”, JDL 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain Ranking 1 Competition, Fashion Show Competition, Lomba Mewarnai, Edu Talk, serta kolaborasi bersama berbagai komunitas dan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

BACA JUGA:  Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Dukung Pemkot Makassar Bangun Stadion di Untia

Sebagai bentuk kepedulian sosial, sebanyak 50 persen dari biaya pendaftaran peserta didonasikan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) untuk mendukung program pendampingan bagi anak-anak pejuang kanker. Dengan demikian, Jendela Dunia Literasi tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pengembangan prestasi, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada generasi muda.

Kolaborasi yang terbangun dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 tersebut menunjukkan bahwa pembangunan budaya literasi memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Melalui sinergi pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, lembaga sosial, dan berbagai mitra lainnya, diharapkan semakin banyak ruang yang mampu mendorong lahirnya generasi pembelajar yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Demikian informasi Tulus Wulan Juni, S. Sos
Pustakawan Madya/ Plt Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca
Dinas Perpustakaan
Kota Makassar, pada Program KABAR SKPD.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *