Transformasi Pengelolaan Sampah Berlanjut, Ketua Dewan Lingkungan Luncurkan Bank Sampah Sektoral Panakkukang

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, meresmikan Bank Sampah Sektoral Kecamatan Panakkukang yang berlokasi di Kompleks Mutiara Indah, Senin (3/8/2026).

Kehadiran bank sampah sektoral ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mempercepat perputaran transaksi bank sampah di tingkat wilayah.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Melinda menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini memasuki fase baru yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, salah satunya melalui penguatan bank sampah sektoral yang terhubung dengan bank sampah unit di setiap kelurahan.

“Selama ini salah satu kendala yang sering dikeluhkan adalah proses transaksi di bank sampah yang membutuhkan waktu cukup lama karena harus melalui Bank Sampah Pusat. Dengan hadirnya bank sampah sektoral, proses tersebut diharapkan menjadi lebih cepat sehingga masyarakat bisa langsung mendapatkan manfaat, baik melalui transaksi tunai maupun penukaran dengan kebutuhan pokok,” ujarnya.

BACA JUGA:  TP PKK Kota Makassar Gandeng DLH Siapkan Langkah Strategis Atasi Permasalahan Sampah

Melinda mengungkapkan bahwa perkembangan bank sampah di Kota Makassar menunjukkan tren yang sangat positif.

Jika pada awal tahun jumlah bank sampah unit yang aktif masih berkisar 300 unit, kini jumlahnya telah meningkat menjadi sekitar 700 unit.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung kebijakan pengurangan sampah yang mulai diterapkan sejak 1 Agustus, di mana TPA Antang difokuskan hanya menerima sampah residu.

“Ini bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi membangun sebuah sistem. Bank sampah sektoral akan menjadi penghubung yang memperkuat bank sampah unit sehingga roda ekonomi sirkular dapat berjalan lebih cepat di tengah masyarakat,” katanya.

Melinda juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, mulai dari ASN, camat, lurah hingga RT dan RW, untuk menjadi contoh dalam menerapkan pemilahan sampah dari rumah.

Ia mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat yang selama puluhan tahun mencampur sampah bukanlah pekerjaan mudah.

Namun menurutnya, perubahan harus terus diupayakan melalui edukasi yang konsisten serta dukungan fasilitas yang memadai.

Apalagi Saat ini pemerintah tengah berupaya menghentikan praktik open dumping yang selama ini menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan menjadi catatan dalam penilaian Adipura.

BACA JUGA:  Hadiri Sound Of Humanity, PJ Sekda Apresiasi Ketulusan Musisi untuk Palestina

Ia menyampaikan bahwa sekitar 90 persen area TPA kini telah ditata menggunakan sistem sanitary landfill dengan pembagian zona aktif dan nonaktif serta pemasangan membran untuk mencegah pencemaran air lindi.

“Pemerintah tidak boleh mundur. Kita harus terus bergerak memperbaiki sistem pengelolaan sampah agar Makassar tidak tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu berhasil melakukan transformasi pengelolaan sampah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Lingkungan itu menyoroti Kecamatan Panakkukang sebagai salah satu penyumbang sampah terbesar di Kota Makassar.

Sementara sekitar 60 persen komposisi sampah di Makassar merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat dikelola dari sumbernya.

Karena itu, Ia mendorong setiap rumah tangga untuk mulai mengolah sampah organik secara mandiri melalui berbagai metode seperti biopori, komposter, maupun takakura. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPA secara signifikan.

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga terus memperkuat pengawasan terhadap pengangkutan sampah dari sektor usaha seperti hotel, restoran, kafe, perkantoran hingga dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk menindak praktik pembuangan sampah secara ilegal yang tidak melalui mekanisme resmi.

BACA JUGA:  Dekranasda Kota Makassar Raih Juara 2 Parade Wastra di Penutupan Expo Kreatif Andalan 2025

Di akhir sambutannya, Melinda menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Panakkukang beserta seluruh jajaran yang terus berkolaborasi membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, Camat Panakkukang Syahril, menyampaikan bahwa kecamatan yang dipimpinnya terdiri dari 11 kelurahan dengan tantangan persoalan sampah yang cukup besar.

Karena itu, pembentukan Bank Sampah Sektoral menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk membangun kebiasaan baru masyarakat dalam memilah sampah.

“Perubahan pola dari satu tempat sampah menjadi tiga kategori pemilahan memang tantangan sendiri buat kami. Namun dengan kolaborasi dan support dari seluruh warga, RT/RW, serta pemerintah kelurahan, budaya baru tersebut diyakini dapat terwujud,” jelasnya. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *