MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Bantuan Bahan Bacaan Bermutu (BBB) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia diharapkan tidak berhenti menjadi koleksi yang tersusun rapi di rak, tetapi benar-benar hadir sebagai sumber pengetahuan dan penggerak kegiatan literasi masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Lokakarya Pengelolaan Perpustakaan Umum Kecamatan, Kelurahan dan Kepulauan Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan Kota Makassar melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca di Aston Makassar Hotel & Convention Center, Kamis (17/9/2026).
Lokakarya yang secara khusus diperuntukkan bagi perpustakaan terakreditasi dan penerima BBB tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Syahruddin. Sebanyak 90 peserta hadir, terdiri atas unsur Kecamatan/Kelurahan dan tenaga perpustakaan.
Sejumlah Sekretaris Camat, Lurah, dan Sekretaris Lurah juga terlihat hadir mengikuti kegiatan sebagai bentuk perhatian terhadap keberlanjutan dan pengembangan perpustakaan di wilayah masing-masing.
Dalam arahannya, Syahruddin menekankan bahwa keberadaan perpustakaan umum di tingkat Kecamatan, Kelurahan, dan Kepulauan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, dukungan terhadap perpustakaan tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang dan koleksi, tetapi perlu dilanjutkan dengan pengelolaan yang baik, tenaga yang menggerakkan layanan, dukungan anggaran, serta kegiatan yang membuat masyarakat datang dan memanfaatkan perpustakaan.
“Bantuan buku yang kita terima merupakan peluang sekaligus tanggung jawab. Buku-buku tersebut harus sampai kepada masyarakat dan dimanfaatkan melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat.
Karena itu, perpustakaan harus kita hidupkan dengan layanan dan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” demikian garis besar pesan Syahruddin dalam kegiatan tersebut.
Sampai dengan tahun 2025, terdapat 43 perpustakaan di Kota Makassar yang telah menerima Bantuan Bahan Bacaan Bermutu dari Perpusnas RI, terdiri atas 11 perpustakaan Kecamatan, 28 perpustakaan Kelurahan, dan 4 perpustakaan Kepulauan. Masing-masing perpustakaan penerima memperoleh 1.000 judul bahan bacaan bermutu dan satu unit lemari/rak buku.
Lokakarya menghadirkan dua narasumber. Andi Irwan Andanawijaya, S.T., M.T., Kepala Bidang Perencanaan, Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Makassar, membawakan materi mengenai strategi penganggaran perpustakaan. Sementara Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I., Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Pelatih Ahli Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Bahan Bacaan Bermutu, berbagi materi mengenai praktik baik pemanfaatan BBB untuk masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif dan dipandu oleh Erick Alamsyah Ali, Penyiar Senior Radio Venus FM Makassar. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif menyampaikan persoalan, kebutuhan, dan gagasan pengembangan perpustakaan di wilayah masing-masing.
Plt. Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Tulus Wulan Juni, selaku Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan bahwa lokakarya dirancang agar peserta tidak berhenti pada pemahaman, tetapi menghasilkan langkah konkret setelah kembali ke wilayah masing-masing. “Yang paling penting dari lokakarya ini adalah apa yang dilakukan setelah kegiatan selesai.
Kita ingin bantuan buku bermutu benar-benar diberdayakan, perpustakaan memiliki kegiatan yang terencana, dan pemerintah Kecamatan serta Kelurahan memiliki komitmen untuk mendukung keberlanjutan perpustakaan,” ujarnya juga pada Program KABAR SKPD.
Salah seorang peserta, Suleman dari Perpustakaan Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. “Saya sangat senang dan berterima kasih kepada panitia lokakarya karena dengan adanya kegiatan lokakarya saya mendapat ilmu pengetahuan bagaimana cara pengembangan perpustakaan ke depan.
Pesan saya semoga kegiatan seperti ini selalu diadakan agar kami para pengelola perpustakaan bisa mendapatkan wawasan lebih luas mengenai perpustakaan.”
Apresiasi serupa disampaikan T. Suciningtyas, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Ujung Pandang. Menurutnya, lokakarya menjadi wadah yang baik untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan perpustakaan Kecamatan dan Kelurahan.
“Lokakarya perpustakaan menjadi wadah yang sangat baik untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan perpustakaan kecamatan dan kelurahan dalam rangka peningkatan pelayanan dan peningkatan minat baca bagi anak dan warga pada umumnya. Sebaiknya kegiatan seperti ini berkelanjutan dan diadakan beberapa kali dalam setahun,” harapnya.
Sebagai penutup sekaligus keluaran utama kegiatan, seluruh peserta kemudian duduk bersama berdasarkan perpustakaan masing-masing untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). RTL tersebut memuat rencana pemanfaatan BBB, pengembangan kegiatan literasi, dukungan pengelolaan perpustakaan, serta langkah-langkah yang akan dilakukan di masing-masing wilayah. Dokumen RTL selanjutnya akan menjadi salah satu bahan bagi Dinas Perpustakaan Kota Makassar sebagai pembina teknis perpustakaan dalam melakukan monitoring, evaluasi, dan pembinaan.
Dengan demikian, lokakarya menjadi titik awal untuk memastikan koleksi bermutu bergerak dari rak menuju masyarakat dan menghasilkan manfaat nyata bagi peningkatan budaya baca dan literasi di Kota Makassar.



















