MEDIACREATIVE.ID – MAKASSAR,- Upaya mencegah tumbuhnya permukiman kumuh di Kota Makassar tidak lagi cukup dilakukan setelah masalah muncul, melainkan harus dimulai dari hulu melalui perencanaan lingkungan dan kualitas hunian yang terintegrasi.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar melaksanakan hari kedua sekaligus penutupan Workshop Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Baru Tahun Anggaran 2026 di Hotel Mercure Makassar, sebagai bagian penguatan strategi preventif.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Disperkim Kota Makassar, Dr. H. Mahyuddin, S.STP., M.AP., serta difasilitasi Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kumuh bersama Kepala Bidang, Fajrin Hamid Pagarra, S.STP., dengan melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor.
Di hari kedua kegiatan menghadirkan narasumber dari BP3KP Kementerian PKP, Islahuddin, S.T., M.S.P., serta Program RISE Unhas, Dr. Eng. Ihsan, S.T., M.T., yang menekankan pentingnya integrasi penanganan lingkungan dan perumahan dalam mencegah kumuh.
Program RISE menitikberatkan pendekatan berbasis masyarakat melalui identifikasi lokasi intervensi dan pemetaan titik permasalahan banjir prioritas, sehingga solusi yang dirancang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan mampu mencegah degradasi lingkungan permukiman.
Sementara itu, Program BSPS berperan meningkatkan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah melalui bantuan stimulan, sehingga integrasi keduanya menjadi strategi kunci dalam mencegah terbentuknya kawasan kumuh baru secara berkelanjutan di Kota Makassar.
Demikian informasi Faisal Rahman, Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Disperkim, pada Program KABAR SKPD.



















